Monday, January 14, 2019

Memenuhi Kenyamanan Pengguna Perpustakaan Umum dengan Aspek Keamanan dan Keselamatan (Mengacu Pada Pedoman Tata Ruang dan Perabot Perpustakaan Umum)


Dalam menata ruang perpustakaan aspek keamanan dan keselamatan merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan, baik yang berhubungan dengan keamanan dan keselamatan pengguna maupun koleksi perpustakaan. Keamanan yang berhubungan dengan bahan pustaka adalah kegiatan perlindungan terhadap bahaya pencurian atau kejahatan lainnya, sedangkan keselamatan yaitu terkait dengan perlindungan terhadap terjadinya kecelakaan di perpustakaan.

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan, baiknya seluruh kegiatan yang berlangsung di perpustakaan diketahui dan diawasi dengan baik oleh pustakawan tanpa terhalang suatu benda apapun. Oleh karena itu, sebaiknya perpustakaan memasang sarana dan prasarana keamanan seperti CCTV. Seluruh bagian perpustakaan harus dapat diawasi, tidak boleh ada bagian yang tersembunyi. Selain CCTV, tindakan keamanan terhadap bahan pustaka yang dapat dilakukan yaitu mengunci lemari dan ruangan penyimpanan koleksi ketika sudah tidak digunakan untuk menghindari adanya pencurian bahan pustaka. Apalagi jika bahan pustaka tersebut adalah bahan pustaka yang mahal dan langka.


Selain itu, pustakawan harus selalu jeli mengawasi keluar masuknya pemustaka, untuk menghindari adanya pencurian bahan pustaka. Untuk itu sebaiknya akses keluar dan masuk perpustakaan menggunakan pintu yang sama. Kemudian jika pustakawan tidak selalu bisa mengawasi pemustaka yang lalu lalang, teknologi sekarang memungkinkan untuk meminimalisir kegiatan pencurian dengan dipasangnya RFID chip pada bahan pustaka dan RFID reader pada pintu masuk atau keluar perpustakaan. RFID (Radio Frequency Identification) adalah sebuah teknologi yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengidentifikasi dan melacak suatu benda yang dipasang chip terlebih dahulu.
Sedangkan untuk keselamatan, hal-hal yang harus diperhatikan yaitu, seluruh perabotan yang ada di perpustakaan diharuskan dalam keadaan yang baik, kokoh, dan tidak rusak maupun rapuh, sehingga tidak mudah menjatuhi dan membahayakan pemustaka. Sebaiknya seluruh perabotan tidak memiliki ujung yang tajam, untuk menghindari adanya kecelakaan yang terjadi pada pemustaka yang sedang menggunakan sarana di perpustakaan. Kemudian perpustakaan juga seharusnya memperhatikan tinggi dari rak ataupun perabot yang ada di perpustakaan, jika terlalu tinggi sebaiknya sediakan bangku atau tangga untuk mempermudah pemustaka dalam menjangkau bahan pustaka yang diinginkannya.
Untuk akses masuk ke perpustakaan sebaiknya terang, jika terdapat tangga pada akses menuju perpustakaan maka tempat tersebut tidak boleh licin, tidak adanya perbedaan tinggi lantai yang jauh yang khawatirnya dapat membuat pemustaka jatuh dan dapat mengakibatkan persoalan yang serius.

Perpustakaan harus mempertimbangkan ketika terjadinya situasi darurat, gawat bencana. Ketika dalam keadaan emergensi, hal utama yang harus diperhatikan pihak pepustakaan yaitu akses penyelamatan atau jalur evakuasi ketika terjadi kebakaran, gempa bumi, tsunami, dan lain sebagainya. Jalur penyelamatan harus mudah dilihat dan pemustaka harus mengetahui dengan jelas posisi jalur tersebut. Selain itu juga, diharapkannya perpustakaan menyediakan sarana tanggap bencana jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi, seperti,  alat pemadam kebakaran, alarm, sprinkler, dan lain-lain

1 comment:

  1. Teknologi masa kini yang ada diperpustakaan meningkatkan, keamanan dan kenyamanan pemustaka

    ReplyDelete